Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samudera sedang memeriksa lokasi Sanggar Seni Hidayat Jati yang telah menewaskan 7 orang akibat tertimpa tembok tinggi, Senin (16/4)

CIREBONBAGUS.COM- Ribuan warga memadati lokasi kejadian Sanggar Seni Hidayat Jati yang telah tertimpa tembok setinggi sekitar 10 meter bekas bangunan wallet, Senin (16/4). Sedangkan salah satu korban yang diduga tertimbun, Fitri ternyata masih hidup.

Para korban tersebut yaitu Suherman (48 tahun) atau dalang Sanggar Seni Hidayat Jati, Andra (13tahun), Arid (13 tahun), Fada (13 tahun), Farid (14 tahun), Muh. Adzikri (14 tahun) dan Suparti (13 tahun) dibawa di RS Arjawinangun. Sedangkan korban luka berat Tri Intan (13 tahun) dirujuk di RS Arjawinangun dan korban luka ringan Fitri, Gina dan Umu.

Mereka semua sebagian besar mengalami luka bagian kepala akibat tertimpa tembok setinggi 10 meter. Tampak peralatan kesenian banyak tertimbun dan rusak akibat kecelakaan tersebut. Tembok setinggi 10 meter diduga bekas bangunan wallet yang dibiarkan rusak.

“Saya sempat kaget ketika itu sedang bermain gamelan tiba-tiba dengar suara bunyi bangunan hedak ambruk.  Kebetulan saya dekat pintu keluar sehingga hanya terluka lecet,” ungkap Fitri.

Fitri yang awalnya diduga tertimbun ternyata  diobati ke Puskesmas Gegesik karena hanya mengalami luka ringan. Akibat kecelakaan tersebut dia sempat dinyatakan tertimbun sehingga warga sempat mencari.

Lokasi pelajar SMPN 1 Gegesik dan Suherman latihan berada di belakang sanggar dan rumah milik Suherman. Mereka akhirnya tertimpa langsung tembok dari atas setinggi 10 meter. Bangunan berupa asbes dan batako milik Suherman tidak kuat menahan beban.

Sementara itu ribuan warga masih melihat lokasi kejadian yang menewaskan tujuh orang. Mereka penasaran dengan lokasi kejadian sehingga memadati lokasi kejadian.

“Kami penasaran katanya ada korban anak SMP terttimpa tembok sampai  7 orang meninggal dunia,” tandasnya. (CB01)

comments