Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Bachtiar

CIREBONBAGUS.COM- Polres Cirebon Kota melakukan antisipasi terhadap penyerangan tokoh agama oleh orang yang terkena gangguan jiwa. Langkah ini dilakukan untuk menekan keresahan di masyarakat terkait ancaman terhadap beberapa tokoh agama.

Tujuan lain untuk melakukan pendataan orang gila yang ada di jalan. Pendataan dilakukan Polres Cirebon Kota bersama tim RSUD Gunung Jati Cirebon.

“Kami melakukan pendataan bagi mereka (orang gila red),” ungkap Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid, Kamis (8/2).

 

Adi menambahkan setelah dilakukan pendataan penderita gangguan jiwa, pihaknya akan mendatangi kediaman keluarganya dan mengimbau agar pihak keluarga menjaga sanak familinya tersebut agar tidak berkeliaran dan meresahkan warga.

Soal data jumlah penderita gangguan jiwa di Kota Cirebon, Adi enggan membukanya lantaran data tersebut bersifat rahasia karena menyangkut privasi orang tetapi pihaknya sudah mengetahui semuanya.

“Data tidak boleh disebarkan karena itu rahasia kedokteran tapi sudah ada,” terang Adi.

Kepanikan atau keresahan warga Kota Cirebon dan lingkungan pesantren terhadap keberadaan penderita gangguan jiwa dipicu oleh peristiwa pemukulan terhadap tokoh agama di Cicalengka Kabupaten Bandung dan di Cigondewah Kota Bandung. Akibatnya jika ada penderita gangguan jiwa berada disekitar lingkungan rumah, warga menjadi takut atau terancam.

“Muncul kepanikan kalau ada orang gila yang sekitar pesantren jadi merasa terancam,” ungkap Adi Vivid.

Adi mengatakan selain dengan melakukan pendekatan secara persuasif dengan pihak keluarga penderita ganggua jiwa, Polres Cirebon Kota bersama instansi terkait secara berkala akan merazia tempat-tempat yang disinyalir banyak penderita gangguan jiwanya.

Selain itu, pihaknya mengimbau kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan lain sebagainya agar jangan panik, karena polisi siap menjaga keamanan warga.

“Kemarin Rabu (7/2) kami bersama Satpol PP dan Dinsos Kota Cirebon razia orang gila, pemulung dan pengemis ada 12 yang diamankan, dan ada juga yang sudah diambil sama keluarganya. Kepada warga waspada harus tapi jangan panik,” tandasnya. (CB01)

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here