Anjing pelacak sedang mencari sabu yang diduga masih ada di kapal Bahari I, Sabtu (19/3).

CIREBON- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon, Yayat Sosyana kemarin mengungkapkan, temuan narkoba itu terbilang mengejutkan. Adanya laut di sekitar wilayah Kota Cirebon yang potensial sebagai gerbang masuk peredaran narkoba, membuat perairan itu harus semakin diwaspadai.

“Ini ada kemungkinan karena lemahnya pengawasan barang yang masuk antar pulau. Temuan tersebut mengagetkan karena baru kali ini ditemukan narkoba dalam jumlah sebesar itu di Kota Cirebon,” ungkap Yayat.

Dia tak menampik hal tersebut menjadi indikasi adanya kelengahan dari warga sekitar perumahan tempat narkoba itu disembunyikan. Namun, dia menggarisbawahi, warga tetap tak bisa disalahkan sepenuhnya karena mereka yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba, terlebih internasional, bergerak sangat licin.

Hanya, temuan itu pun kemudian menjadi indikasi Kota Cirebon berpotensi besar sebagai daerah sasaran pengedar narkoba, baik jaringan nasional bahkan internasional. Terlebih, saat ini Kota Cirebon tengah dipersiapkan sebagai kawasan metropolis.

Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis mengaku, tak menyangka dengan temuan pihak kepolisian di wilayah yang dipimpinnya. Menurutnya, sebagai salah satu kota wali, temuan itu memprihatinkan.

“Ada narkoba dalam jumlah besar tentu itu mengejutkan sekaligus memprihatinkan. Selama ini Kota Cirebon dikenal sebagai kota wali yang kental dengan nilai-nilai religinya, sehingga temuan itu berkebalikan dengan nilai yang dianut masyarakat kami,” tuturnya didampingi Kepala Bagian Humas Kota Cirebon, Maruf Nuryasa, kemarin. (CB01/CB02)

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here